Postingan

Ini Aku - Rantai Andromeda 2

  Ragam kisah, dari film komedi sampai drama telenovela yang mengupas tentang lika-liku kisah cinta. Mulai dari film bisu sampai sinetron ganteng-ganteng srigala, misteri Alien sampai haru-biru Growing Pain, yang secara tidak langsung ikut menemani dan berperan dalam masa tumbuh kembangku. Banyak macam kisah, dan kini semua kisah itu terjadi di depan mata. Airmata kesedihan, pilunya hati karena kehilangan, penyesalan tiada tara saat sebentuk hati yang telah dilukai adalah milik kedua orangtua yang telah menjadi perantara hadir ke dunia. Antipati pada mainstreem yang ada, ternyata telah membawa aku pada putaran mainstreem itu sendiri. Menjalani kisah hidup seperti alur dalam sinetron, maju mundur dan berputar tak tentu arah. Tak hanya kisah cinta atau drama komedi, namun juga skenario misteri ditambahkan pula sebagai bumbu kisah dalam hidupku. Memusuhi nenek tua bling-bling dengan terlalu dibawa hati, kini pun ternyata aku dipaksa untuk juga jatuh hati padanya. Hidup    di...

Ini Aku - Rantai Andromeda

  “Camera, roll … and, Action!” Kalimat khas yang sering diucap sang sutradara saat memimpin jalannya pengambilan gambar dari skenario ditangannya. Seakan sengaja ditulis dengan huruf kapital dan dilengkapi dengan tanda seru, berharap setiap bintang pilihannya tampil membawakan peran dengan kesungguhan dan sepenuh hati. Sehingga setiap rasa yang ditampilkan, bahkan airmata, luka dan darah yang menetes tak nampak sedang ada dalam sebuah bersandiwara. Peluk hangat, cium mesra, usapan lembut dikepala, baku hantam, hingga kulit dan wajah biru lebam. Berseteru dalam kebencian dan besarnya rasa curiga, hanyut dalam lagu kemesraan, terlena dengan cinta yang memabukkan, “Cut, Cut ...!” Maka semua pemeran akan kembali pada pribadi mereka sendiri. Saat melihat senyum puas tersungging diujung bibir sutradara, mereka pun duduk kembali di atas bangku lipat putih dengan perasaan lega. Namun saat topi miring terlepas dari kepala sang sutradara, dan satu papan take tiba-tiba saja melayang diudara,...

Ini Aku - Pelangi Pandora 2

Aku Islam sejak lahir, aku mengakui Islam sebagai agamaku sejak duduk dibangku sekolah dasar. Tapi pada kenyataannya, aku sama sekali tak mengenal agamaku sendiri. Pelajaran agama Islam yang ku dapat selama duduk dibangku sekolah sampai masa ujian praktek tiba, tetap tak mampu membuatku tergerak untuk mencoba mempraktekkannya langsung dan menjadikannya bagian dalam keseharianku. Aku tak terlalu mengenal do’a dengan cara mengangkat tangan seperti itu. Tapi, aku yakin benar dengan permintaan hati. Mimpi-mimpi gelap dan menakutkan. Mengapa mimpi-mimpi itu justru semakin sering datang, sedangkan aku tengah tinggal diantara hamba-hamba-Mu yang terus memuji dan mengagungkan kebesaran-Nya? Aku pun sudah mulai bisa menghafal beberapa do’a dan membaca surat penjagaan sebelum tidur. Namun sepertinya keyakinanku pada para malaikat penjaga belum bisa mengalahkan ketakutanku pada mimpi-mimpi buruk yang mengganggu tidurku. Dan dengan semua ketakutan itu, tanpa sadar telah membuatku berburuk sangka...

Ini Aku - Pelangi Pandora

  “Mungkinkah,” single band Stinky yang hits pada masanya, seakan menjadi soundtrack pribadi yang mengiringiku memasuki masa putih abu-abu. Angin apa yang telah membawaku masuk dan tinggal di dalam penjara suci? Penjara suci … bahkan aku baru tahu bahwa dunia ini digambarkan seperti penjara untuk orang-orang yang benar-benar berusaha untuk menjaga keimanan dan keyakinannya setelah tiga bulan menjadi santriwati. Saat itu, seakan satu persatu warna indah pelangi yang kumiliki perlahan pergi. Di masa itu, rasanya hanya memiliki satu warna yang sengaja bertahan untuk menghias hari-hariku. Abu-abu, entah apa sama dengan warna kelabu namun itulah warna yang ku lihat berputaran didekatku. Bahkan indahnya corak busana dan kerudung segi empat yang digunakan para santriwati lainnya tak mampu mengusir pekatnya kelabu. Entah dimana sebenarnya aku ditempatkan saat itu, melihat para santriwan-santriwati lainnya yang terlihat bak putri dan pangeran kerajaan dinegeri dongeng. Dengan tinggi sem...

Ini Aku - Mutiara Kenangan 2

Seperti Langit dan Bumi … jarak yang membentang sebagai batas pemisah antara mereka, katanya. Sedangkan Langit itu sendiri tak pernah sekalipun menampilkan keangkuhan karena berada tinggi jauh dari Bumi. Banyaknya Harta telah menjadi syarat syah untuk memandang mereka yang papa hanya dengan sebelah mata. Dengan beragam gaya, tak perlu lagi ditanya bagaimana melakukannya. Saling sikut, tak jarang menjadikan diri musuh dalam selimut. Kemurnian dan Kejujuran hati seakan tak lagi memiliki arti, karena yang terekam didalam benak dan senantiasa dirancang cepat dalam otak hanyalah, bagaimana caranya menjadi penghuni terakhir, menjadi seseorang yang akhirnya berdiri menyandingi The Old Lady. Ah, menusuk jari dengan jarum dan menggores nadi dengan bilah bisturi pun tetap tak’kan bisa menandingi luka dan rasa perih dalam hati ini. Saat kesempatan telah terlepas dari tangan, maka mimpi sungguh baru terasa sebagai sebuah ilusi. Fatamorgana ditengah gurun Sahara. Seperti kotak Pandora, yang tet...

Ini Aku - Rekam Jejak

Fenomena LGBT tiba-tiba mencuat dan marak diperbincangkan. Mengisi setiap headline pemberitaan, pengisi topik pembicaraan sepasang suami istri setelah sebelumnya sang suami ngotot dengan keunggulan Rossi idolanya, sedang sang istri tetap bersikukuh menceritakan perjuangan Rio Haryanto sampai akhirnya bisa berlaga diajang F1. Lalu apakah kisah yang akan kusampaikan ini bisa disebut sebagai OPINI atau berhubungan dengan tema yang diberikan? Penguat Peran keluarga dalam Pendidikan Anak. Pertengahan April 2016 lalu, Knowing Every Particular Objek kembali menggelitik. Setelah getir dihati sedikit terobati, karena sempat melihat beberapa kawan semasa dalam penjara suci tak lagi mengenakan hijab sebagai penutup mahkota dikepalanya. Tak hanya sampai disitu, parasnya nan ayu dengan liuk ramping tubuhnya yang dulu sering kujumpai berhias rok model payung dengan kemeja lengan panjang yang ujung bajunya jatuh sampai menyentuh kedua lutut, semua sudah berganti rupa. Seakan tak cukup hanya sampai ...

Ini Aku - Rekam Jejak 2

          Dulu aku selalu berlagak bak para Mahasiswa yang tengah turun ke jalan dengan spanduk dan papan berisi suara hati. Atas nama rakyat, atas bentuk solideritas, dan atas hajat dan kepentingan lainnya mereka menyuarakan bersama apa yang tak mungkin terdengar atau tak berani diucap jika hanya dengan satu suara saja. Walau tanpa bandana menghias kening, tak ada cat warna-warni ala drama teatrikal menghias wajah, tak ada spanduk besar yang ku bentangkan. Namun pada kenyataannya, hari-hariku juga terisi dengan kegiatan unjuk rasa. Walau bukan berisi tentang tuntutan penolakan kenaikan harga bbm atau memaksa harga sembako diturunkan. Karena slogan NKRI HARGA MATI, itu sudah lebih dari cukup untukku. Adapun ketidak-adilan yang tengah terjadi didalam negara ini, aku hanya bisa menyerahkan kembali sepenuhnya kepada Pemilik alam semesta. Memohon dan berdo’a, agar setiap pemimpin yang sedang menempati posisinya diberikan hati yang dipenuhi Iman pada Tuhan yang ...