Ini Aku - Mutiara Kenangan
Dunia ... Bumi yang dirupakan sebagai wanita tua saat sempat berpapasan dengan Utusan terakhir. Maaf, jika aku tidak dapat mengingat dengan jelas atau telah salah dalam memahami. sebisa mungkin aku menjaga ingatan dengan setiap ilmu yang telah aku dapat. Lihat apa yang sedang kami lakukan? Mengubah lirikan menjadi sebuah tolehan cepat diiringi gerak badan memutar. Bukan mengacuhkan dan bergegas pergi menjauhi, kami justru sengaja mengayunkan langkah seribu, beradu cepat agar lebih dulu tiba dan berdiri paling dekat disisi Wanita tua itu. Seakan sengaja menyalahartikan kata secukupnya, berebut mengisi setiap saku baju dan kantung celana dengan setiap silap dan kilau indah yang dimilikinya. Saling sikut, saling injak dengan sesekali menjambak rambut. Menghunus uluhati dengan tinju sakti, menyayat jiwa dengan mata bundar merah dan tajamnya kata-kata. Seakan semua benar, semua cara baik untuk dilakukan. Siapa cepat ia dapat, Siapa yang kuat, maka ia yang akan bertahan lebih lama...